Layanan Masyarakat Hubungi 022-4205668 atau email kec.surban@bandung.go.id

SMA N 3 Bandung

Bangunan sekolah merupakan bangunan tua yang dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda (1916), dirancang oleh arsitek Belanda bernama C. P Schoemaker. Sebelumnya bangunan ini berfungsi sebagai gedung HBS (Hoogere Burgerschool), sebuah sekolah untuk anak-anak siswa kelas menengah Belanda saat itu.

Bangunan ini berdiri di atas lahan seluas 14.22 m2 dengan luas bangunan 8.220 m2 di Jalan Belitung yang dihuni dua sekolah yaitu SMA 3 Bandung di sisi barat dan SMA 5 Bandung di sebelah Timur. Batas SMA 3 dan 5 dibatasi hanya di tengah koridor jalur yang membentang dari utara ke selatan. Batas koridor ini juga bisa berfungsi sebagai pemersatu antara SMA 3 dan 5 sehingga siswa kedua sekolah ini dapat tinggal dan berbagi fasilitas secara harmonis.

Sejarah bangunan berikut seperti di bawah ini:
Periode Belanda (1916 - 1942) itu berfungsi sebagai Sekolah Menengah Atas

Periode Jepang (1941-1945) itu berfungsi sebagai markas (barak / asrama) tentara Jepang. (Ken Petai)

Periode Peralihan (1947-1950) Pagi hari berfungsi sebagai Sekolah VHO (Voortgezet Hoger Onderwijs) - sekolah setaraf SMA berbahasa Belanda dan sore hari sebagai VHO berbahasa Indonesia. Pada periode itu Bandung dan sekitarnya masih dikuasai NICA sehingga sistem pendidikan masih mengacu pada sistem yang berlaku sebelum pendudukan Jepang. Gedung sekolah tersebut pagi hari digunakan siswa berbangsa Belanda yang waktu itu masih banyak menetap di Bandung, sementara siang-sore harinya digunakan siswa Indonesia.

Pada tahun 1950 mahasiswa VHO Indonesia (kelas sore) diubah menjadi Senior 1 B / C. sementara VHO Dutch (ex HBS) berubah menjadi SMA 2 B / C

Pada tahun 1952 ada perluasan sekolah, sekolah 1 B / C masuk SMA 1 B dan C sedangkan SMA SMA 2 B / C ke SMA 2 B

Pagi hari itu digunakan oleh SMAN 2 (SMA B) dan SMAN 5 (SMA C), sedangkan di sore hari digunakan oleh SMA Negeri 3 (SMA B)

Pada tahun 1966 SMA 2 pindah ke Jalan Cihampelas dan SMAN 6 yang juga berbagi gedung yang sama dengan SMA 5 pindah ke Jalan Pasir Kaliki.

Dari tahun 1966 sampai sekarang gedung tersebut berfungsi untuk SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung.

Jenis Sekolah: SMA 3 BANDUNG, didirikan pada tahun 1951 oleh Kolonial Belanda adalah campuran siswa, tiga tahun, pemerintah / sekolah negeri yang dilakukan oleh sebagian besar guru dan staf resmi. Biasanya, 99% lulusan langsung pergi ke universitas dan perguruan tinggi. Pendaftaran saat ini adalah 930 termasuk kelas senior 300 dengan siswa kelas 10-12 / 15-18 tahun.

Ada 9 kelas sains dan 1 kelas sosial yang dikelola oleh sekitar 70 guru dan 33 staf.

Komunitas Sekolah: SMA 3 terletak di Jalan Belitung 8 Bandung Jawa Barat Indonesia 40113 di bagian utara Bandung dengan kampus seluas 7.120 m2 dan menarik siswa dari setiap daerah di kota dan pinggiran kota. Karena mewarisi bangunan sharing dengan SMA 5 Bandung dalam satu struktur. Penerimaan adalah dengan lulus Ujian Nasional Tingkat SMP yang direkomendasikan oleh otoritas. Siswa SMA 3 Bandung berasal dari beragam latar belakang ekonomi dan sosial. Komunitas ini dibedakan dan diperkaya oleh keragaman sosial, ekonomi, dan etnis yang luas yang berasal dari lingkungan sekitar dan beberapa dari wilayah lain di Indonesia.

Kurikulum: Program dasar yang dibutuhkan semua siswa mencakup enam semester Agama, Studi Kewarganegaraan dan Ilmu Sosial, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Bahasa, Bahasa Inggris; tujuh ilmu sosial; matematika, sains, dua semester seni rupa, bahasa lokal, bahasa asing. Mereka belajar 6 hari dari Senin sampai Sabtu pukul 6.30-15.00 A.M waktu Indonesia kecuali Jumat dan Sabtu kelas sudah berakhir pada pukul 11.30.

© 2019 Kecamatan Sumur Bandung. All rights reserved.